Data Master: Warehouse
Warehouse merepresentasikan struktur lokasi stok yang dipakai transaksi dan laporan. Bergantung pada company settings, strukturnya bisa berupa daftar warehouse sederhana atau struktur dua level Warehouse Group -> Location.
Kapan Menggunakan Warehouse
Gunakan warehouse saat stok perlu dipisahkan berdasarkan tanggung jawab fisik atau area penyimpanan. Warehouse bisa berupa gudang, cabang, ruangan, area karantina, atau staging area.

Warehouse Group dan Location
Jika Enable Warehouse Grouping aktif di Company Settings, KartuStok memisahkan struktur lokasi menjadi dua level:
| Level | Dipakai Untuk | Contoh |
|---|---|---|
| Warehouse Group | Induk gudang, cabang, site, atau area operasional besar. | Cabang Bandung, Jakarta DC, Area Produksi. |
| Location | Titik stok detail di dalam group. | Main Storage, Return Area, Staging Area, Rack A. |
Contoh struktur:
| Warehouse Group | Location |
|---|---|
| Cabang Bandung | Main Storage, Return Area, Staging Area |
| Cabang Jakarta | Main Storage, Display Area |
Gunakan daftar warehouse sederhana jika perusahaan hanya perlu satu level, misalnya Main Warehouse dan Branch Warehouse. Gunakan Warehouse Grouping jika nama lokasi yang sama bisa muncul di cabang berbeda, atau jika laporan perlu diringkas per cabang atau site.
Penting: Warehouse Group mengatur cara pengguna memilih lokasi di transaksi dan laporan. Ini berbeda dari akses pengguna. Akses tetap diatur dari Roles & Permissions.
Lokasi Menu dan Akses
Buka Master Data -> Warehouse. Aksi create, update, delete, dan import bergantung pada permission warehouse.
Field
| Field | Arti | Praktik |
|---|---|---|
| Name | Nama warehouse group atau location. | Gunakan nama operasional seperti Cabang Bandung, Main Storage, atau Gudang Utama. |
| Description | Catatan opsional tentang lokasi. | Gunakan untuk alamat, ruangan, rak, atau catatan operasional. |
| Disallow Negative | Mencegah stok di warehouse menjadi negatif saat aktif. | Gunakan untuk gudang yang perlu kontrol stok ketat. |
| Status | Apakah warehouse bisa dipilih. | Nonaktifkan lokasi yang sudah tutup. |
Membuat Warehouse

- Buka Master Data -> Warehouse.
- Pilih Create Warehouse.
- Jika Warehouse Grouping aktif, pilih atau buat Warehouse Group terkait lebih dulu.
- Isi nama location dan description.
- Tentukan apakah stok negatif tidak boleh terjadi.
- Simpan.
- Gunakan warehouse di Receipt, Issue, Move, Adjustment, Stock Transformation, dan laporan.
Contoh Operasional
| Skenario | Setup Warehouse yang Disarankan | Alasan |
|---|---|---|
| Satu gudang utama | Daftar warehouse sederhana: Main Warehouse. | Kontrol stok sederhana. |
| Stok cabang | Warehouse Group: Cabang Bandung, Cabang Jakarta; Location: Main Storage, Return Area. | Laporan bisa membandingkan stok per cabang dan tetap detail per Location. |
| Proses quality hold | Location: Receiving, QC Hold, Available Stock. | Receipt bisa masuk receiving/hold sebelum stok tersedia. |
| Persiapan delivery | Location: Picking Area, Staging Area. | Move bisa melacak barang sebelum shipment. |
Warehouse dan Minimum Stock
Jika perusahaan memakai minimum stock per gudang, setiap warehouse sederhana, Location detail, atau Warehouse Group dapat memiliki minimum quantity sendiri per item, bergantung pada Warehouse Grouping dan mode minimum stock yang dipilih.
Aktifkan mode minimum stock gudang di Company Settings lebih dulu jika perusahaan ingin memakai minimum stock per warehouse.
Saat mode level Location aktif, halaman warehouse juga menyediakan maintenance minimum stock untuk Location detail. Saat mode level Warehouse Group aktif, minimum stock dipelihara terhadap Warehouse Group.
Warehouse dan Default User
User bisa memiliki Default Warehouse. Ini membantu form terbuka dengan konteks warehouse yang biasa dipakai dan mengurangi salah input.
Default Warehouse hanya mengisi pilihan awal. Ini tidak memberikan akses. Gunakan Roles & Permissions untuk mengatur warehouse atau Location mana yang boleh diakses pengguna.
Masalah Umum
| Masalah | Perbaikan |
|---|---|
| Warehouse tidak bisa dipilih | Pastikan warehouse aktif dan pengguna punya akses. |
| List location kosong setelah memilih Warehouse Group | Pastikan location di dalam Warehouse Group tersebut sudah dibuat dan aktif. |
| Minimum stock report kosong | Pastikan minimum quantity ada untuk warehouse itu. |
| Delete gagal | Warehouse mungkin sudah punya histori. Nonaktifkan saja. |
